FEATURES

Soekarno Singa Podium, Tapi Terkadang Rapuh Seperti Hamlet

Soekarno Singa Podium, Tapi Terkadang Rapuh Seperti Hamlet

Sebagai pohon nyiur runtuh disambar geledek, demikian bunyi berita tersiar dalam surat kabar bahwa Ir. Soekarno mengambil keputusan dengan sesukanya sendiri untuk mengundurkan diri dari segala pergerakan. "… Satu tragedi Soekarno yang belum ada contohnya dalam riwayat dunia. Orang kata karena pengaruh istrinya. … Orang yang mempunyai karakter tidak akan terpengaruh oleh karena apa juga. Bukan pemimpin kalau masih terpengaruh oleh air mata istri yang tak tahan hidup melarat.” Bukan main terkejutnya Inggit membaca tulisan Bung Hatta di koran Daulat Ra’jat itu. Sekujur tubuhnya terasa terbakar. Dalam kata-kata Inggit sendiri: “Aku merasa seperti terinjak seluruh diriku.”

Selengkapnya...
Sebuah Partai yang Didirikan di Masa Penuh Kecemasan

Umur 26 Tahun Bung Karno pada 1927 Mendirikan Partai di Masa Penuh Kecemasan

Didirikan pada masa penuh kecemasan, partai pertama yang berhasil menyebarluaskan kesadaran nasionalisme Indonesia. Tjipto Mangunkusumo paling tua di antara para aktivis muda yang berkumpul di sebuah paviliun rumah, di Regentsweg No. 22 (kini Jl. Dewi Sartika), Bandung, pada malam 4 Juli 1927 itu. Rata-rata umur mereka baru 20an tahun, sedang Tjipto sudah malang melintang di dalam pergerakan politik. Keberadaannya di Bandung pun dalam status sebagai orang buangan, yang dilarang berpolitik praktis. Pemerintah kolonial menghukumnya atas tuduhan membantu anggota PKI yang memelopori pemberontakan pada 1926.

Selengkapnya...