Alvionita, Anak Jenius dari Papua

 

Nita Alvionita Kogoya, 15 Tahun, berasal dari daerah terpencil dengan kondisi hutan lebat di pedalaman Papua. Dengan bakat dan semangatnya, meraih medali emas pada lomba olimpiade sains dan matematika tingkat Asia, ASMOPS. 


Prof Yohanes Surya yang mengangkat anak-anak dari daerah tertinggal, mengatakan, "IQ-nya 159, anak yang hebat,” ungkap bapak pelopor olimpiade fisika dan matematika ini. 

Menurut Prof Yohanes, Indonesia akan jadi negara luar biasa dengan ribuan anak hebat kalau saja mereka mendapat guru-guru yang hebat dan diajar dengan metode yang tepat.

Kamis (18/8/2016) Alvionita yang akrab dipanggil Nita, duduk semeja dengan Presiden Jokowi saat diundang makan siang bersama di Istana Negara, Jakarta.

Presiden Jokowi mengundang 476 anak bangsa yang berprestasi untuk bersantap siang bersama. Setelah memberikan sambutan, Jokowi meminta beberapa orang yang berasal dari pelosok Indonesia untuk maju, dan Nita salah satunya.

"Kalau dari Wamena ke tempat saya di Nduga itu harus jalan kaki, sekitar tiga sampai empat hari. Di sana cuma ada satu guru mengajar satu sekolah, alasnya tanah dan dindingnya kayu," cerita Nita kepada Jokowi.

Jokowi pun bercerita, saat dia berencana ke Nduga, sempat dilarang oleh Panglima TNI karena Wilayah Nduga termasuk dalam zona merah. Jokowi tetap pergi ke Nduga, naik helikopter ke lokasi karena beratnya medan tempuh.

"Saya janji, pembangunan jalan dari Wamena ke atas lewat Nduga kemudian masuk ke Merauke dikebut Kementerian PU dan TNI, insya Allah sudah kebuka jalannya. Belum diaspal dulu, yang penting kebuka dulu jalannya," ucap Jokowi.

Setelah acara makan siang, kemudian foto bersama, setelah tamu undangan lain pulang, Nita diajak obrol oleh Jokowi untuk ceritakan pengalaman dan prestasinya, dan juga tentang Nduga.

 

 

 

Presiden Jokowi sangat perhatian dan peduli.

 

 

Siti Rahmah