Trump Akan Mengantar Amerika Serikat Menuju Kehancuran Finansial Total

Untuk menciptakan harga tinggi, Federal Reserve hanya perlu untuk menurunkan suku bunga, menciptakan ekspansi kredit dan kenaikan harga saham. Kemudian saat para pedagang dan pengusaha mulai terbiasa dengan keadaan ini, mereka akan menaikkan suku bunga dan mulai mengeruk keuntungan besar. 


Hasil gambar untuk trump

Andrew Carrington Hitchcock memaparkan lebih jauh secara lugas dan jelas:

Mereka bisa menyebabkan pendulum naik dan turun dengan lambat dan teratur dengan merubah suku bunga secara perlahan, ataupun menciptakan kekacauan dan fluktuasi besar dengan merubah suku bunga dalam rentang yang lebih lebar. Apupun pilihan mereka, mereka selalu memiliki informasi dalam yang bisa mereka gunakan untuk kepentingan pribadi mereka. Ini adalah keuntungan paling kuat, paling berbahaya yang pernah diberikan kepada sekelompok pihak swasta oleh Pemerintah.

Sistem ini benar-benar privat, dirancang dengan tujuan satu-satunya adalah memberikan keuntungan maksimal dengan menggunakan uang orang lain. Mereka selalu tahu terlebih dahulu kapan akan terjadi kepanikan. Mereka juga selalu tahu kapan harus mengakhiri kepanikan. Inflasi dan deflasi sama menguntungkannya bagi mereka yang bisa mengendalikan keuangan.

1915 : J.P. Morgan menjadi agen penjualan “Dewan Material Perang” bagi Inggris dan Perancis yang sedang berperang, dan menjadi konsumen terbesar di planet ini, menghabiskan 10 juta dolar per hari. Selain dia, Presiden Woodrow Wilson juga menunjuk Bernard Baruch menjadi kepala “Dewan Industri Perang.”

Menurut sejarahwan James Perloff, Bernard Baruch dan keluarga Rockefeller mendapatkan keuntungan sekitar 200 juta dolar pada masa Perang Dunia I.

Kebanyakan orang percaya untuk menjaga efektifitas suplai uang, uang harus dibacking oleh benda berharga seperti emas. Namun, siapa yang akan mengontrol emas? Wakil partai Republik, Charles Lindbergh berkata,

“Federal Reserve sudah mendominasi kepemilikan emas dan sertifikat emas.”

1916 : Presiden Wilson mulai menyadari tingkat kerusakan yang dia lakukan kepada Amerika dengan menciptakan Federal Reserve. Dia berkata,

“Kita telah menjadi salah satu pemerintahan terburuk yang ada dalam peradaban, bukan lagi pemerintahan yang memilik kebebasan berpendapat, bukan lagi pemerintahan yang dijalankan oleh mayoritas suara, tetapi sebuah pemerintahan yang didominasi oleh sekelompok kecil orang. Sebagian orang-orang besar di Amerika, di dunia perdagangan dan manufaktur, sedang takut akan sesuatu. Mereka tahu ada sebuah kekuatan yang begitu terorganisir, begitu tak terlihat, begitu rumit, yang mana mereka sebaiknya tidak bicara terlalu keras kalau ingin mengutukinya.”

1917 : Jacob Schiff menghabiskan 20 juta dolar untuk membiayai Revolusi Rusia. Keluarga bankir ini masih belum memaafkan Tsar Rusia karena dua dosa besar yang dia lakukan, tidak mengizinkan pendirian bank sentral di Rusia dan dukungan Tsar kepada Lincoln saat perang sipil.

Secara umum orang mempercayai bahwa Komunisme adalah kebalikan dari Kapitalisme, jadi mengapa para kapitalis mendukungnya? (Revolusi Rusia) Menurut Gary Allen, seorang peneliti,

“Kalau Anda mengerti bahwa sosialisme bukanlah program bagi-bagi kekayaan, melainkan sebuah metode untuk mengkonsolidasikan kekayaan, maka paradox mengapa orang-orang super kaya mempromosikan sosialisme tidak lagi sebuah paradox. Sebaliknya itu benar-benar masuk akal. Komunisme, atau lebih tepatnya sosialisme, bukanlah pergerakan yang dimulai oleh kalangan kelas bawah, melainkan oleh kaum elit ekonomi.”

1919 : Bulan Januari Konferensi Perdamaian Paris dimulai paska Perang Dunia I. Para bankir menempatkan Pemerintahan Dunia (World Government) sebagai agenda utama mereka. Paul Warburg dan Bernard Baruch menghadiri bersama Presiden Wilson. Sayangnya, dunia belum siap dengan gagasan penghilangan batas negara, jadi rencana mereka untuk sementara gagal.

Rencana Pemerintahan Dunia ini disebut dengan Liga Bangsa-Bangsa. Walaupun ada negara yang menerimanya, Konggres Amerika menolaknya. Tanpa dukungan dan persetujuan dari Departemen Keuangan, para bankir gagal mendirikan Liga Bangsa-Bangsa.

1920 : Warren Harding terpilih sebagai Presiden Amerika. Ini adalah awal dari dekade “roaring twenties,” (masa booming bursa saham). Walaupun terpuruk dalam hutang akibat Perang Dunia I dan mengumpulkan hutang 10 kali lebih banyak dibandingkan saat perang sipil, perekonomian Amerika tumbuh dengan pesat. Selain itu, emas mengalir masuk selama perang dan berlanjut selama 1920-an.

Alasan pertumbuhan ini adalah Presiden Harding mengurangi pajak domestik, dan meningkatkan tarif import ke tingkat sangat tinggi.

1921 : Penemu bola lampu, Thomas Alfa Edison, mengkritik Federal Reserve dalam sebuah artikel di harian New York Times pada 6 Desember,

“Bila sebuah negara bisa menerbitkan surat hutang, maka dia juga bisa menerbitkan mata uang. Elemen yang membuat sebuah surat hutang baik, juga akan membuat mata uangnya baik… Benar-benar gila mengatakan sebuah negara bisa menerbitkan 30 juta dolar surat hutang tetapi tidak boleh menerbitkan 30 juta dolar mata uang. Dua-duanya adalah janji untuk membayar, tetapi yang satu menguntungkan si pemberi riba, satunya lagi menguntungkan rakyat banyak.”

1922 : Kutipan Presiden Theodore Roosevelt yang meninggal tahun 1919 muncul di harian New York Times tanggal 27 Maret,

“Para bankir Internasional dan Standard Oil Rockefeller mengendalikan mayoritas surat kabar dan mereka mengusir para pegawai yang menolak bersekongkol untuk menutupi korupsi dan kekuatan tak terlihat mereka di pemerintahan.”

Menurut Walikota New York, John Hylan,

“Penguasa sebenarnya dari Republik ini adalah Standard Oil Rockefeller bersama sekelompok kecil bankir internasional. Kelompok ini menjalankan pemerintahan Amerika demi kepentingan pribadi mereka. Mereka mengontrol kedua belah partai politik, menulis platform politik, dan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin… Mereka mengontrol mayoritas surat kabar dan majalah di negeri ini.”

1923 : Presiden Warren Harding mati secara misterius. Penyebabnya mungkin keracunan maupun stroke, tetapi jenasahnya tidak pernah diotopsi. Wapres Calvin Coolidge menggantikannya dan melanjutkan kebijakan penurunan pajak dan peningkatan tarif import.

Kebijakan mereka berhasil mengurangi beban hutang pemerintah Federal selama Perang Dunia I sebesar 38% menjadi tinggal 16 milyar dolar. Sejak saat itu Federal Reserve mulai membanjiri perekonomian dengan kredit murah, suplai uang tumbuh 62%.

1924 : Menjelang kematiannya, Woodrow Wilson berkata, “Saya secara tak sengaja telah menghancurkan negaraku.”

1927 : Bulan Juli, Gubernur Bank of England Montagu Norman, Benjamin Strong dari Federal Reserve, dan Dr. Hjalmar Scharcht dari Reichsbank (Jerman) mengadakan pertemuan. Montagu Norman ingin agar emas Inggris yang mengalir ke Amerika selama Perang Dunia I dikembalikan ke Inggris.

1929 : Bulan April, Paul Warburg mengirimkan peringatan ke kroni-kroninya bahwa depresi sudah direncanakan pada akhir tahun ini. Para pemain raksasa Wall Street seperti John D. Rockefeller, J.P. Morgan, Joseph Kennedy, Bernard Baruch, dll keluar sama sekali dari bursa saham dan menyimpan uang mereka dalam bentuk uang tunai maupun emas.

Bulan Agustus, Federal Reserve mulai memperketat suplai uang. Pada 24 Oktober bankir besar New York memanggil kembali piutang 24 jam mereka. Artinya broker saham dan pelanggan mereka harus menjual saham mereka untuk menutupi hutang mereka, tak peduli berapun harga saham saat itu.

Bursa saham crash pada hari itu (The Black Thursday).

Federal Reserve mengklaim mereka akan melindungi negara dari depresi dan inflasi, namun mereka terus mengurangi suplai uang. Antara 1929 sampai 1933, mereka mengurangi suplai uang sebesar 33%.

Dalam beberapa minggu sejak crash, 3 milyar dolar kekayaan menguap. Dalam waktu satu tahun, 40 milyar dolar menghilang. Tentu saja, uang ini tidak benar-benar hilang, dia cuma berpindah tangan ke sekelompok kecil orang, seperti yang sudah mereka rencanakan. Sebagai contoh Joseph Kennedy (Bapak dari John F. Kennedy), pada tahun 1929 kekayaannya adalah 4 juta dolar. Pada tahun 1935, kekayaannya sudah mencapai lebih dari 100 juta dolar.

Para bankir dan kroni-kroninya yang sebelumnya sudah membeli emas sebelum crash mengirimkan emas tersebut ke London. Artinya uang kerugian dari kebanyakan rakyat Amerika tidak menghilang, uang tersebut cuma berpindah tangan.

Uang tersebut kemudian digunakan di negara lainnya, terutama lebih dari 30 milyar dolar untuk membangun kembali Jerman atas kehancuran yang terjadi pada masa Perang Dunia I dan untuk mempersiapkan Perang Dunia II. Menurut Louis McFadden, Ketua dari House Banking & Currency Committee antara tahun 1920 – 1931,

“Pasca Perang Dunia I, Jerman jatuh ke tangan Bankir Internasional. Bankir tersebut membeli dan mengontrol industri, tanah, hasil produksi, dan fasilitas publik lainnya. Mereka juga membiayai Adolf Hitler untuk mengancam pemerintahan Bruening yang mulai membangkang.”

1930 : Charles Dawes (agen dari Rothschild dan Wakil Presiden pada masa kepresidenan Calvin Coolidge antara 1925-1929), Owen Young (agen Rothschild, pendiri RCA dan Komisar General Electric antara 1922-1939), dan Hjalmar Schacht (Presiden Reichsbank) mendirikan Bank for International Settlements (BIS).

BIS adalah “bank sentralnya bank sentral.” IMF dan World Bank bertransaksi dengan pemerintah, sedangkan BIS hanya bertransaksi dengan bank sentral. Semua pertemuan dilakukan secara tertutup dan melibatkan bank sentral utama dari seluruh dunia. Misalnya mantan Gubernur Federal Reserve, Alan Greenspan, akan pergi ke kantor pusat BIS di Basel, Swiss, 10 kali per tahun untuk menyelenggarakan pertemuan pribadi.

BIS memiliki kekuasaan besar dan kebal dari kendali pemerintah. Kekebalan mereka antara lain:

1. Kekebalan diplomatik bagi anggota dan barang yang mereka bawa.
2. Tidak ada pajak kepada mereka, termasuk gaji.
3. Penjagaan selevel kedutaan bagi gedung dan kantor BIS di seluruh dunia, termasuk Cina dan Meksiko.
4. Tidak diperkenankan untuk diselidiki oleh pemerintah.
5. Bebas dari semua restriksi imigrasi.
6. Bebas untuk menyimpan semua jenis komunikasi.
7. Bebas dari semua yurisdikasi legal, mereka bahkan memiliki pasukan kepolisian sendiri.

Dewan Gubernur BIS, hanya lima yang dipilih, sisanya adalah anggota permanen, yaitu:

• Nout H E M Wellink, Amsterdam (Chairman of the Board of Directors)
• Hans Tietmeyer, Frankfurt am Main (Vice-Chairman)
• Axel Weber, Frankfurt am Main
• Vincenzo Desario, Rome
• Antonio Fazio, Rome
• David Dodge, Ottawa
• Toshihiko Fukui, Tokyo
• Timothy F Geithner, New York
• Alan Greenspan, Washington
• Lord George, London
• Hervé Hannoun, Paris
• Christian Noyer, Paris
• Lars Heikensten, Stockholm
• Mervyn King, London
• Guy Quaden, Brussels
• Jean-Pierre Roth, Zürich
• Alfons Vicomte Verplaetse, Brussels

Profesor dari Georgetown dan sejarahwan, Carrol Quigley, dalam buku yang dia tulis pada tahun 1975, Tragedy And Hope, mengatakan,

“Kekuatan dari kapitalisme finansial memiliki sebuah rencana yang lebih jauh, yaitu menciptakan sebuah sistem finansial dunia yang dikendalikan oleh tangan swasta yang mana orang-orang ini juga dapat mendominasi sistem politik dan ekonomi dari setiap negara secara keseluruhan.”

1932 : Louis McFadden mengatakan,

“Di negara ini kita memiliki sebuah institusi paling korup yang pernah ada di dunia. Yang saya maksudkan adalah Federal Reserve… Institusi iblis ini telah memiskinkan rakyat Amerika dan membangkrutkan pemerintah. “

1933 : Presiden Franklin D. Roosevelt memerintahkan penyitaan emas rakyat Amerika, kecuali untuk koin emas koleksi. Rakyat diberikan pilihan, menyerahkan koin emas mereka, dengan dibayar harga resmi $20,66 per ounce, atau membayar denda $10.000 dan dipenjara 10 tahun.

Kebijakan penyitaan ini sedemikian tidak popular, dan penggagasnya bahkan tidak pernah diumumkan. Tak seorangpun anggota Konggres yang mengaku menulisnya. Roosevelt pun membantah dia yang menulisnya. Sekretaris Keuangan William Woodin, mengklaim tidak pernah menggagas kebijakan ini, dan hanya berkata, “Itu adalah apa yang diinginkan para pakar.”

1934 : Pada 20 Juni, mantan Perdana Menteri Inggris David Lloyd berkata “Inggris adalah budak dari kekuatan finansial internasional.”

1935 : Harga ofisial emas dinaikkan menjadi $35 per ounce. Namun mulai sekarang hanya pemerintahan luar negeri yang boleh menukarkan dolar dengan emas. Dari mana harga emas ditentukan di dunia? Sejak 1919, tempatnya adalah di kantor bank N.M. Rothschild & Sons di London, pada jam 11 pagi setiap hari.

Warburg dan kawan-kawannya, yang membeli emas di harga $20,66 sebelum bursa saham crash, sekarang mengirimkan emas kembali ke Amerika dengan harga $35. Para pedagang uang memiliki sebuah pepatah emas,

“Siapa yang memiliki emas, dialah yang membuat aturan.”

Presiden Roosevelt memerintahkan pendirian sebuah gedung untuk penyimpanan emas hasil sitaan pemerintah, tempatnya disebut dengan Fort Knox.

1936 : Tanggal 3 Oktober, Louis McFadden mati diracun. Ini adalah percobaan pembunuhan ketiga kepadanya. Dua kali sebelumnya adalah racun dan tembakan, namun gagal membunuhnya.

1938 : Sejak Federal Reserve mengontrol ekonomi Amerika sejak 25 tahun lalu, dengan dalih menciptakan kestabilan moneter, mereka sudah menyebabkan tiga siklus kejatuhan ekonomi termasuk masa Depresi Besar (the Great Depression). Ekonom pemenang hadiah Nobel Milton Friedman berkata,

“Persediaan uang, harga barang dan hasil produksi menjadi lebih tidak stabil sejak Federal Reserve didirikan. Masa-masa paling sulit tentu saja, adalah 1920-21, 1929-33, dan 1937-38. Tidak ada 20 tahun lainnya di sejarah Amerika yang terdapat 3 petaka ekonomi sebesar ini. Tidak ada depresi yang pernah terjadi di negara manapun yang tidak diikuti oleh pengurangan suplai uang, dan tidak ada pengurangan suplai uang yang tidak diikuti oleh depresi.”

1941 : Sir Josiah Stamp, Direktur Bank of England tahun 1928-1941, mengatakan hal tersebut tentang perbankan,

“Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah ditemukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tetapi biarkan hak untuk menciptakan uang di tangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk membeli semuanya kembali… Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka maka semua kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Tetapi bila Anda ingin terus menjadi budak dari bank dan membayar harga dari perbudakan, biarkanlah para bankir terus menciptakan uang dan mengontrol kredit.”

1944 : Pendapatan Amerika saat ini sebesar 183 milyar dolar, namun 103 milyar dolar dibelanjakan untuk Perang Dunia II. Angka ini adalah 30 kali lipat belanja saat Perang Dunia I. Pembayar pajak Amerika bahkan menanggung 55% dari total belanja sekutunya dalam perang.

Di Bretton Woods, New Hampshire, International Monetary Fund (IMF) dan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) (yang kemudian berganti nama menjadi World Bank tahun 1975) didirikan. Amerika berpartisipasi penuh di dalamnya.

Arsitek dari sistem Bretton Woods, dan juga IMF, adalah Harry Dexter White dan John Maynard Keynes. Harry yang meninggal kemudian tahun 1946, terindentifikasi sebagai seorang mata-mata Rusia dengan nama samaran “Jurist” pada tanggal 16 Oktober 1950 di memo FBI. Sedangkan John Maynard Keynes sendiri adalah seorang warga Negara Inggris.

Apa yang dirancang kedua orang ini pada dasarnya adalah sama dengan National Banking Act tahun 1864 dan Federal Reserve Act tahun 1913, cuma sekarang dilakukan pada skala yang lebih besar. Mereka menciptakan sebuah kartel perbankan yang berisi para bank sentral dunia (yang dikuasai oleh swasta), yang secara perlahan mendikte kebijakan kredit dari negara-negara anggotanya.

Bila Federal Reserve menciptakan mata uang Federal Reserve Notes, IMF menciptakan mata uang dunia yang mereka sebut Special Drawing Rights (SDR). Negara-negara anggotanya secara perlahan dipaksa menerima mata uang mereka untuk dikonversikan ke SDR.

IMF dikontrol oleh Dewan Gubernur, yang merupakan kepala dari bank sentral ataupun kepala dari departemen keuangan yang didominasi oleh bank sentral. Kekuatan suara di IMF pada dasarnya ada di tangan Federal Reserve (Amerika) dan Bank of England (Inggris).

1945 : “Liga Bangsa-Bangsa”, yang sekarang disebut sebagai “Perserikatan Bangsa-Bangsa” (United Nations) didirikan. Perang Dunia II berhasil memberikan kelelahan fisik, emosional, dan mental kepada berbagai negara paska perang. Cetak biru untuk menciptakan Pemerintahan Dunia seperti yang diinginkan bankir mulai terbentuk.

1946: Bank of England dinasionalisasikan. Kelihatannya memang merupakan langkah raksasa, tetapi kenyataannya sama sekali tidak berbeda dengan sebelumnya. Pemerintah memang menguasai saham dari Bank of England, tetapi mereka tidak mempunyai uang untuk membayar sahamnya. Jadi para pemegang saham tidak mendapatkan uang dari pemerintah Inggris, dan sebagai gantinya mereka mendapatkan surat hutang dari pemerintah. Keuntungan dari operasional bank ini akan digunakan untuk membayar bunga dari surat hutang ini.

Jadi, walaupun Bank of England sekarang dimiliki pemerintah, kenyataannya suplai uang Inggris masih ada di kendali pihak swasta, 97% dalam bentuk pinjaman yang dibebani bunga, yang diciptakan bank komersial swasta.

Hasilnya, bank ini masih dikendalikan dan dijalankan oleh orang-orang dunia perbankan komersial. Anggota dari Dewan Direktur, yang membuat dan menjalankan kebijakan, semuanya berasal dari dunia perbankan, asuransi, ekonom, dan korporat besar.

Walaupun Bank of England disebut sebagai Bank Sentral, dia pada dasarnya adalah badan yang meregulasi dan mendukung sistem yang sudah ada. Kadang-kadang mereka disebut sebagai “pemberi pinjaman terakhir” (lender of the last resort), yang mana salah satu tugasnya adalah memberikan dukungan dana bila ada bank atau institusi finansial yang berada dalam kesulitan dan dana mereka dirush.

1950 : Semua negara yang terlibat dalam Perang Dunia II melipatgandakan hutang mereka. Antara 1940 dan 1950, hutang pemerintahan federal Amerika naik dari 43 milyar dolar menjadi 257 milyar (naik 598%). Hutang Jepang naik 1348%, hutang Perancis naik 583%, dan hutang Kanada naik 417%.

James Paul Warburg di depan Senat tanggal 7 Febuari mengatakan “Kita akan memiliki Pemerintahan Dunia, tidak masalah Anda suka atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah apakah Pemerintahan Dunia ini akan dicapai lewat penaklukkan atau persetujuan.”

Ini adalah saat para bankir membuat perencanaan pemerintahan global berisi tiga langkah untuk melakukan sentralisasi sistem ekonomi di seluruh dunia. Ketiga langkah ini adalah:

1. Bank Sentral mendominasi ekonomi setiap negara di seluruh dunia.
2. Sentralisasi ekonomi regional seperti Perserikatan Eropa (European Union) dan persekutuan dagang Amerika Utara (NAFTA).
3. Sentralisasi ekonomi dunia melalui Bank Sentral Dunia, sebuah mata uang dunia, dan mengakhiri kemerdekaan nasional lewat penghilangan semua tarif semacam GATT.

1953 : Presiden Eisenhower memerintahkan audit atas Fort Knox. Fort Knox memiliki lebih dari 700 juta ounce emas, 70% cadangan emas dunia. Walaupun menurut hukum federal setiap tahun harus diadakan audit terhadap Fort Knox, tetapi itu adalah terakhir kalinya Fort Knox diaudit.

1963 : Presiden John F. Kennedy menandatangani Executive Order No. 11110 yang mengembalikan kekuasaan mencetak uang kepada pemerintah, tanpa melalui Federal Reserve. Order ini memberikan hak kepada Departemen Keuangan untuk menerbitkan sertifikat perak atas semua koin perak, ataupun dolar perak yang ada di Departemen Keuangan. Artinya untuk setiap ounce perak yang dimiliki pemerintah Amerika, pemerintah bisa menerbitkan mata uang baru tanpa beban hutang untuk diedarkan.

22 November 1963 Kennedy mati ditembak.

1969 : Konggres menyetujui hukum yang mengizinkan Federal Reserve menerima SDR dari IMF sebagai cadangan uang Amerika dan boleh menerbitkan Federal Reserve Note untuk ditukarkan dengan SDR.

1971 : Semua emas murni secara diam-diam dipindahkan dari Fort Knox, dijual kepada bankir internasional dengan harga $35 per ounce, dipercaya emas ini disimpan di London. Presiden Nixon mencabut standar emas dolar Amerika (dolar tidak lagi dibacking oleh emas) dan membatalkan peraturan anti kepemilikan emas dari era Roosevelt. Jadi mulai sekarang rakyat Amerika boleh memiliki emas kembali. Hasilnya harga emas meroket. Dalam waktu 9 tahun, sampai 1980, emas naik menjadi $880 per ounce, 25 kali lipat harga jual Fort Knox kepada para bankir internasional.

1974 : Sebuah penerbit New York mengklaim keluarga Rockefeller memanipulasi Federal Reserve agar menjual emas Fort Knox dengan harga murah kepada spekulator Eropa. 3 hari setelah berita ini diterbitkan, sang pembocor informasi, sekretaris dari Nelson Rockefeller, Louise Auchincloss Boyer, secara misterius mati karena jatuh dari jendela apartemennya dari lantai 10 di New York.

1975 : Edith Roosevelt, cucu dari Theodore Roosevelt mempertanyakan mengapa pemerintah tidak melakukan apapun untuk mengklarifikasi masalah kehilangan emas di Fort Knox. Pemerintahan Amerika bersikukuh tidak akan melakukan audit emas yang masih ada di Fort Knox.

1981 : Presiden Ronald Reagan mulai menjabat, teman-teman konservatifnya menyarankan untuk kembali ke sistem moneter standar emas, untuk mengendalikan belanja pemerintah. Reagan menunjuk sebuah grup yang dia sebut “Gold Comission” untuk melakukan studi terhadap masalah ini dan melaporkan kembali kepada Konggres.

1982 : “Gold Comission” melaporkan hal sebagai berikut,

“Departemen Keuangan Amerika tidak memiliki emas lagi. Semua emas di Fort Knox dimiliki oleh Federal Reserve, sebuah kelompok bankir swasta, sebagai jaminan atas hutang Nasional Amerika.

1983 : Pemerintah Ekuador, supaya bisa mendapatkan pinjaman 1,5 milyar dolar dari IMF, mereka harus menalangi pinjaman swasta yang berhutang kepada bank-bank swasta. Untuk memastikan Ekuador memiliki kemampuan untuk membayar kembali, IMF mendikte kebijakan untuk menaikkan harga listrik dan utilitas lainnya. Saat tindakan itu juga tidak menyelesaikan masalah, IMF menyuruh Ekuador memecat 120.000 tenaga kerja di instansi tersebut.

Ekuador dipaksa melakukan hal-hal berikut oleh IMF, menaikkan harga gas sebesar 80% sebelum November 2000, menjual kepemilikan sistem pengairan mereka ke operator luar negeri, memberikan hak kepada British Petroleum (BP) untuk membangun dan memiliki pipa minyak yang melewati Andes, dan menghilangkan lebih banyak pekerja dan mengurangi gaji mereka sebesar 50%.

1987 : Edmond de Rothschild mendirikan World Conservation Bank yang dirancang untuk mentransfer hutang dari negara dunia ketiga (negara miskin) ke bank tersebut dan sebagai gantinya negara dunia ketiga akan memberikan tanah mereka kepada bank tersebut. Ini dimaksudkan agar Rothschild bisa mengontrol negara dunia ketiga yang memiliki 30% luas tanah di bumi.

1988 : Tiga cabang dari Bank Sentral Dunia (World Bank, BIS, dan IMF) melalui BIS mewajibkan bankir dunia untuk menaikkan cadangan mereka menjadi 8% dari liabilitas pada tahun 1992. Hal ini akan meningkatkan persyaratan modal di level atas dari sistem fractional reserve lending.

Untuk mengumpulkan uang ini, para bankir dunia harus menjual saham mereka yang mengakibatkan kejatuhan bursa saham di dunia. Sebagai contoh di Jepang, salah satu negara dengan modal cadangan paling rendah, nilai dari bursa saham mereka jatuh 50% dan nilai dari real estate komersial mereka jatuh 60% hanya dalam waktu 2 tahun.

Maksud dari gagasan ini adalah supaya IMF bisa menciptakan lebih banyak lagi SDR yang tidak dibacking oleh apapun, dan supaya negara-negara miskin bisa meminjam darinya. Negara-negara ini secara bertahap akan berada dalam kendali IMF setelah mereka mulai kesulitan membayar beban bunga, dan harus meminjam lebih banyak dan lebih banyak lagi. IMF kemudian bisa memilih negara mana yang boleh meminjam dan negara mana yang akan kelaparan. Mereka bisa menggunakan kontrol ini untuk mendapatkan aset-aset seperti utilitas sebagai pembayaran atas hutang sampai suatu hari mereka memiliki negara tersebut

1992 : Negara-negara debitur miskin yang berhutang pada World Bank, membayar 198 juta dolar lebih banyak daripada yang mereka terima kepada bank sentral – bank sentral negara maju. Pinjaman mereka cuma akan memberikan bantuan sesaat untuk mengatasi kemiskinan yang disebabkan oleh pembayaran pinjaman sebelumnya.

Tahun ini hutang luar negeri Afrika sudah mencapai 290 milyar dolar, dua setengah kali lipat lebih banyak dibanding tahun 1980, yang menyebabkan terbengkalainya sekolah, perumahan, tingkat kematian balita yang sangat tinggi, penurunan kesehatan rakyat, dan pengangguran masal.

Boris Yeltsin lewat Washington Post berkata “Dana bantuan dari luar negeri langsung disedot kembali ke rekening bank-bank Barat hanya untuk melunasi hutang sebelumnya.”

Tahun ini rakyat Amerika membayar Federal Reserve bunga sebesar 286 milyar dolar, uang yang dicetak oleh Federal Reserve tanpa modal.

1996 : Pernahkah Anda berpikir mengapa produksi dunia tampak berpindah ke Cina? Dalam sebuah laporan berjudul “Ekonomi Cina Menuju Abad 21”, prediksi pendapatan per kapita Cina tahun 2010 adalah sebesar $735, hanya sedikit di atas definisi negara pendapatan rendah versi World Bank.

1997 : Empat hari setelah diangkat sebagai Perdana Menteri, Ketua Bendahara Inggris Gordon Brown menegaskan kembali bahwa Bank of England bebas dari segala kontrol politik pemerintah.

Dalam bukunya “The Grand Chessboard”, Zbigniew Brzezinski mengungkapkan bahwa Jerman adalah pemegang saham terbesar di World Bank. Kalau Anda masih ingat bahwa keturunan Rothschildlah yang mengendalikan Jerman paska Perang Dunia I, tidak sulit untuk menebak siapa yang mengendalikan World Bank sekarang.

1998 : IMF memprakarsai penghilangan subsidi minyak dan bahan pangan untuk penduduk miskin di Indonesia. Pada saat yang bersamaan juga menuntut pemerintah menalangi hutang untuk para debitur yang gagal bayar untuk menyelamatkan kroni-kroni bankir mereka. Di Indonesia dikenal sebagai kasus BLBI.

Sebuah dokumen yang bocor dari World Bank, “Master Plan for Brazil.” Isinya adalah 5 persyaratan untuk memastikan tenaga kerja publik yang fleksibel. Kelima persyaratan itu adalah:

• Pengurangan gaji / tunjungan.
• Pengurangan pensiun.
• Peningkatan jam kerja.
• Pengurangan stabilitas pekerjaan.
• Pengurangan kesempatan kerja.

1999 : Di Brazil, perusahaan listrik yang sudah diprivatisasi “Rio Light” menyebabkan pemutusan listrik yang serius di Brazil. Setelah privatisasi Rio mengurangi 40% tenaga kerjanya. Tidak masalah, untuk apa peduli, sebab harga sahamnya kemudian naik 33%!

2000 : IMF mengharuskan Argentina memotong defisit anggaran pemerintah dari $5,3 milyar menjadi $4,1 milyar setahun kemudian, 2001. Saat itu tingkat pengangguran sudah mencapai 20% dari populasi. Tak lama kemudian mereka meningkatkan taruhan dan menyarankan untuk menghilangkan defisit sama sekali. Gagasan mereka adalah menyuruh pemerintah memotong program tenaga kerja darurat dari $200 menjadi $160 per bulan untuk rakyat Argentina.

2006 : Amerika dan Inggris berperang di Afganistan dan Irak, dan merencanakan untuk menginvasi Iran. Lalu, terjebak di Timur Tengah berkepanjangan. 

 
Seperti yang saya katakan, generator terbesar hutang negara adalah perang.

Tindakan ini pada akhirnya nanti, bagaimanapun juga, akan mendorong Amerika Serikat ke jurang kehancuran finansial total. Dan mungkin, takdir menggariskan Donald Trump yang bergaya ugal-ugalan akan mengantar ke arah itu.

 
 
Penulis:

Andrew.Carrington.Hitchcock
 
Andrew Carrington Hitchcock 
Adalah penulis buku "The Synagogue of Satan" yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, juga menulis sejumlah buku yang masuk daftar buku terlaris di dunia.

Untuk Akses Lebih Stabil
Silakan Menginstall
Aplikasi GalaBerita
di Ponsel Android Anda
En Badge Web Generic