Aksi Indonesia Waras Dikoordinir Orang Kurang Waras Bernama Sys NS

Anggota Pansus Hak Angket KPK Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu menilai penyebutan tidak waras pada DPR karena pembentukan pansus hak angket KPK oleh Sys NS sebagai tudingan asal jeplak.



Hasil gambar untuk sys ns dan ketua kpk
Sys NS dan Ketua KPK 
Agus Rahardjo .

"Ndak paham persoalan. Asal jeplak gitu saja juga. Asal jeplak doang. Enggak waras, enggak ini, dia doang yang waras," kata Masinton kepada viva.co.id di gedung DPR, Jakarta, 16/6.

Menanggapi Masinton, dengan serius-santai Sys NS mengatakan, "Sebenarnya saya menyadari saya kurang waras, makanya mengajak teman-teman yang ngaku kurang waras untuk eling berjamaah berusaha menjadi waras demi Indonesia Waras," ujarnya kepada Galaberita. "Bersatu kita waras, bercerai kita bablas," imbuhnya.

Beberapa media, antara lain Kompas.com dan CNN Indonesia, memberitakan Aksi Indonesia Waras yang dikoordinir Sys NS dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh tenaga ahli Majelis Kehormatan Dewan DPRRI, Dasril, yang menganggap peserta aksi tersebut mengeluarkan pernyataan yang bermuatan fitnah dan pencemaran nama baik dalam pemberitaan Galaberita.com.

"Benar, atas nama Dasril melapor ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran nama baik," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul saat dikonfirmasi, (16/6/2017).

Dalam laporan polisi yang beredar, Dasril membuat LP dengan Nomor LP/634/VI/2017/Bareskrim.

Ia melaporkan sejumlah seniman terkait pemberitaan di media online Galaberita.com berjudul "Bela KPK, Ratusan Seniman Bikin Aksi Indonesia Waras".

Namun, tidak disebutkan siapa pihak yang dilaporkan Dasril.

Dalam kolom terlapor, tertulis "dalam lidik".

Pelapor mencantumkan dua saksi yang juga merupakan tenaga ahli MKD DPR RI, yaitu Nikosa Yamin Bachtiar dan Beny Pangbin.

Dalam pemberitaan tersebut, satu persatu peserta aksi menyampaikan aspirasinya.

"Kita tidak boleh diam karena DPR sudah keterlaluan. Kalau kebenaran hanya membisu, Indonesia bisa hancur," ujar Sys.

Dalam berita itu, Sys disebut mengutip kalimat dari naskah drama “Le Bal Des Voleurs” karya Jean-Annoulih.

“Mereka adalah para pencuri. Ya, pencuri yang sebenar-benarnya pencuri. Mereka mencuri hak rakyat dengan berbagai macam taktik dan daya. Mereka pencuri. Lalu kenapa? Mereka tak punya lagi rasa kehormatan manusia. Mereka pun merasa bangga dengan topeng yang berubah-ubah demi kerakusan mencuri apapun milik negara. Dan, hei, di gedung parlemen ada pesta pencuri!!!”.

Sambil tertawa Sys berucap, "Kalau kutipan yang itu bikinan redaksi Galaberita he he ..." ceplosnya.

Ahli hukum pidana asal Universitas Trisakti Abdul Fickar Hajar menyatakan, DPR yang merupakan lembaga perwakilan rakyat seharusnya tak perlu berlebihan menanggapi rasa kekecewaan rakyat atas keputusan menggunakan hak angket ke KPK.

"DPR itu lembaga perwakilan rakyat jadi milik rakyat juga. Kalau rakyatnya kecewa pada wakilnya kan boleh. Jadi yang lapor-lapor itu norak dan sok tahu," kata Fickar kepada CNN Indonesia.

Fickar menjelaskan, pencemaran nama baik itu merupakan delik aduan. Sehingga, kata dia, korban yang merasa dicemarkan nama baiknya yang semestinya membuat laporan kepada pihak yang berwajib.

Fickar menyebut, tenaga ahli DPR yang melaporkan Sys Ns dan kawan-kawannya tak memiliki legal standing mewakilkan atas nama lembaga. Menurut dia, yang punya nama baik itu anggota yang ada dalam lembaga wakil rakyat itu.

"Kalau DPR didudukan sebagai lembaga, maka siapa yang bisa dicemarkan? Yang punya nama baik dan bisa dicemarkan itu orangnya, orang per orang anggota DPR bukan lembaga DPR," kata dia.

Untuk itu, Fickar meminta Bareskrim Polri tak menindaklanjuti laporan yang telah dibuat salah satu tenaga ahli MKD DPR itu lantaran tidak beralasan.

"Lembaga DPR tidak bisa dicemarkan, yang dbisa dicemarkan itu orangnya. Sys Ns tidak sebut nama orang," tuturnya. 


BACA:


Bela KPK, Ratusan Seniman Bikin Aksi Indonesia Waras

 

Anita Fransiska
 
Kompas - CNN Indonesia - Galaberita

Untuk Akses Lebih Stabil
Silakan Menginstall
Aplikasi GalaBerita
di Ponsel Android Anda
En Badge Web Generic