Hakim Pemalak Uang Malah Naik Jadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta

Beberapa tahun lalu publik digegerkan rekaman telepon Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Chaidir ke Artalyta Suryani alias Ayin. Dalam telepon itu, Chaidir meminta sejumlah uang ke Ayin karena akan main golf dengan hakim agung.


Hasil gambar untuk hakim dan uang

Hal itu telah melanggar pasal 3 ayat 1 huruf a PP No 30/1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri jo pasal 5 ayat 18 Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang petunjuk pelaksaan perilaku hakim.

Setelah terungkap rekaman telepon itu, Chaidir dicopot sebagai Ketua PN Jakbar dan ditarik menjadi hakim nonjob pada 2008. Tapi tak lama setelahnya, Chaidir dipromosikan menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Dua tahun setelahnya, Chaidir kembali ke Jakarta menjadi hakim tinggi.

Setelah itu, kariernya tak terbendung. Chaidir dipromosikan menjadi Wakil Ketua PT Aceh pada 2012 dan menjadi Wakil Ketua PT Tanjungkarang, Lampung setahun setelahnya.

Pada 2014, Chaidir kembali ke Aceh menjadi orang nomor satu di PT Aceh dan pada Maret 2017 dipromosikan menjadi Ketua PT Palembang. Nah, baru hitungan bulan, Chaidir kembali dipromosikan oleh MA.

"Hasil mutasi menjadi Wakil Ketua PT Jakarta," demikian lansir Dirjen Badilum dalam websitenya, Minggu (18/6/2017).

Mutasi ini diputuskan dalam Rapat Pimpinan MA pada 16 Juni 2017. Chaidir menjadi orang kedua di PT Jakarta, di mana Ketua PT Jakarta saat ini diduduki Daming Sanusi. Nama Daming sempat disorot saat mengikuti seleksi hakim agung di DPR berseloroh soal 'pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati'.

 
Alangkah rombengnya hukum di negeri ini.
 
 
Andi Saputra
Detik 
Galaberita
 
 




Untuk Akses Lebih Stabil Silakan Menginstall Aplikasi GalaBerita di Ponsel Android Anda