Ternyata Jokowi yang Mendalangi Ajuan Presidential Threshold 20 Persen

Presiden Jokowi bicara soal sikap pemerintah tentang presidential threshold  sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum. 

Hasil gambar untuk Presiden Jokowi

"Politik negara ini akan semakin baik harus ada konsistensi, sehingga kita ingin kalau yang dulu sudah 20 (persen), masak kita mau kembali ke nol," ucap Jokowi.

Jokowi menyampaikan ini kepada wartawan usai santap malam di kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah seperti dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Sabtu (17/6/2017).

Dengan menerapkan ambang batas secara konsisten, maka akan terjadi penyederhanaan. "Baik parpolnya, baik dalam pemilunya. Kita harus konsisten seperti itu dan saya sudah menugaskan kepada Mendagri untuk mengawal itu," ujarnya.

Menanggapi kabar yang menyebut bahwa pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang bila tidak ada titik temu dalam pembahasan, Jokowi menegaskan saat ini RUU tersebut masih dalam pembahasan.

Jika mau konsisten, seharusnya melaksanakan ketentuan Pasal 22E UUD 45 dengan konsisten sebagaimana telah ditafsirkan dalam putusan MK, berkaitan dengan pemilu serentak. Bahwa pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu sebelum pemilu dilaksanakan.
 

Apakah Jokowi menginginkan Pemilihan Presiden 2019 hanya diikuti pasangan calon tunggal?

Pasalnya, dari sepuluh partai politik yang berada di parlemen saat ini, tiga partai besar mendukung keinginan pemerintah agar syarat ambang batas pencalonan presiden 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara hasil pemilu nasional.

 
Pakde Jokowi, jangan gitu dong ah ...
 
 
Anita Fransiska