Bela KPK, Ratusan Seniman Bikin Aksi Indonesia Waras

Ratusan seniman akan bikin aksi Indonesia Waras di gedung KPK Kamis 15 Juni 2017, mulai jam 15.30 WIB. Para seniman ini senada dengan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah musuh negara.
 
Menampilkan IMG-20170612-WA0000.jpg
 
Aksi ini akan diisi dengan baca puisi, nyanyi, pantomim, dll. Dimotori oleh Sys NS, Addie MS, Arswendo Atmowiloto, Roy Marten, Butet Kertaredjasa, Keenan Nasution, Ida Royani, Radhar Panca Dahana, Renny Djajoesman, Once, dan banyak lagi.
 
Menurut koordinator aksi, Sys NS, ribuan warga yang peduli menyelamatkan negara akan bergabung, dan tentunya ada buka puasa bersama dan salat berjamaah. "Kita tidak boleh diam karena DPR sudah keterlaluan. Kalau kebenaran hanya membisu, Indonesia bisa hancur," ujar Sys kepada Galaberita, Senin 12/6. 
 

“Mereka adalah para pencuri. Ya, pencuri yang sebenar-benarnya pencuri. Mereka mencuri hak rakyat dengan berbagai macam taktik dan daya. Mereka pencuri. Lalu kenapa? Mereka tak punya lagi rasa kehormatan manusia. Mereka pun merasa bangga dengan topeng yang berubah-ubah demi kerakusan mencuri apapun milik negara. Dan, hei, di gedung parlemen ada pesta pencuri !!!” (Nyuplik nyadur dari naskah drama “Le Bal Des Voleurs” karya Jean-Annoulih)

 
Kreasi seniman grafis Jim B Aditya

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Almas Sjafrina mengatakan mayoritas panitia hak angket terindikasi keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP. Sehingga, ICW menyimpulkan hak angket tersebut bertujuan untuk mengintervensi penanganan kasus e-KTP dan upaya pelemahan KPK.

"Patut dicurigai penyelidikan DPR terhadap KPK melalui penggunaan hak angket lebih ditujukan mengintervensi penanganan kasus e- KTP dan untuk pelemahan KPK akibat ditundanya upaya DPR untuk merevisi UU KPK," kata Almas di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (11/6/2017).
 
 
Nina Fitri